iRon Service

8 Penyebab Baterai Laptop Bocor dan Cepat Habis

Baterai laptop sering cepat habis? Tentu, kondisi tersebut akan mengganggu pekerjaan Anda dengan laptop bukan? Sebenarnya, ada beberapa faktor penyebab baterai laptop bocor yang justru sering terabaikan begitu saja.

Apalagi, intensitas penggunaan laptop Anda yang tinggi, kemungkinan besar memicu daya tahan baterai pada laptop menjadi menurun. Salah satu dampak terbesarnya baterai laptop bocor. Lalu, apakah baterai laptop bocor bisa diperbaiki?

Sebenarnya, tidak banyak yang bisa Anda lakukan ketika baterai laptop mengalami drop atau cepat habis. Namun, Anda bisa mencoba mengidentifikasi faktor penyebab baterai laptop tidak terisi saat di cas untuk menentukan tindakan apa yang tepat untuk mengatasinya.

Baca juga : 9 Penyebab Baterai Laptop Kembung, Apakah Berbahaya?

penyebab baterai laptop tidak terisi

Penyebab Baterai Laptop Bocor

Tidak memungkiri, setiap barang elektronik memiliki batas masa pakai mengingat daya tahannya yang memang tidak lama. Seperti komponen baterai pada laptop yang bocor karena tidak bisa di cas atau cepat habis. Adapun penyebabnya sebagai berikut.

1. Sering Melepas Baterai Laptop

Tidak jarang yang berpikir untuk mencegah baterai laptop drop, banyak orang yang beranggapan bahwa melepas baterai dan mencolokkan laptop langsung ke aliran listrik bisa menjaga baterai lebih awet.

Justru tindakan tersebut akan berakibat fatal pada kualitas baterai laptop. Mengingat, aliran listrik yang langsung menuju laptop seringkali tegangannya tidak stabil. Parahnya, laptop pun bisa saja mati secara tiba-tiba.

Kondisi laptop yang mati secara tiba-tba ini tentu saja akan berisiko kerusakan di beberapa komponen-komponen laptop lebih besar. Termasuk baterai laptop.

Maka dari itu, Anda harus sering mengurangi kebiasaan melepas baterai laptop sembarangan yang niatnya menjaganya tetap awet namun justru memicu kerusakan pada baterai.

2. Charging Laptop saat Laptop Masih Hidup

Kebiasaan mengisi daya baterai laptop saat kondisi laptop masih hidup seringkali dilakukan banyak orang. Padahal, tindakan seperti ini jadi salah satu tindakan yang membuat daya baterai laptop cepat habis dan drop.

Akan lebih baik jika tidak begitu penting dan mendesak, lakukan pengisian daya dalam keadaan laptop sedang mati. Tindakan ini sangat efektif untuk meminimalisir dampak baterai laptop drop atau bocor.

3. Mengisi Daya saat Baterai Full

Sering lupa mencabut charger saat kondisi baterai laptop sudah penuh? Hindari tindakan ini karena akan membuat baterai menjadi menurun performanya.

Alasan lebih logis, jika Anda sering membiarkan arus listrik terus mengaliri baterai, justru kondisi ini berpotensi besar merusak komponen-komponen di dalam baterai. Mengingat, baterai terus dipaksa untuk menyimpan daya padahal kapasitasnya dayanya sudah penuh.

Untuk itu, sebaiknya cabut charger laptop ketika kondisi baterai sudah penuh terisi. Atau, untuk mencegahnya, hidari pengisian daya (charging) saat Anda akan tidur atau bepergian jauh.

4. Mengisi Baterai saat Daya di Bawah 20%

Pasti, Anda pernah berpikir jika pengisian daya laptop yang baik adalah saat kondisi baterai mencapai 5% atau bahkan 0%.

Ternyata, anggapan tersebut keliru besar. Alasannya, tanpa Anda sadari, kebiasaan mengisi daya baterai sampai benar-benar habis atau mencapai 0% justru sangat berakibat fatal.

Bukan tanpa sebab mengingat laptop yang tiba-tiba mati saat melakukan pekerjaan dapat mengakibatkan komponen dalam baterai menjadi cepat rusak.

Oleh karenanya, disarankan untuk mengisi daya baterai ketika tanda notifikasi baterai sudah mencapai 20% atau 15%.

5. Intensitas Pemakaian Laptop Tinggi

Meski bukan jadi faktor utama yang menyebabkan baterai laptop bocor namun intensitas penggunaan laptop yang tinggi juga bisa memicu menurunnya performa kualitas baterai.

Apalagi, jika laptop sering Anda gunakan untuk main game berat dengan grafis tinggi ataupun untuk membuka program berat. Seperti program desain grafis ataupun video editing.

Jika memang tidak bisa Anda hindari dan memang pekerjaan Anda seperti itu maka sebaiknya Anda bisa meminimalisir dengan membatasi penggunaan laptop. Matikan laptop saat charging dan istirahatkan laptop minimal 5 jam sehari.

6. Baterai Tidak Kompatibel

Penyebab lainnya bisa karena baterai laptop yang Anda pakai di laptop tidak kompatibel. Meskipun Anda beli laptop belum pernah ganti baterai yang notabene baterai laptop masih original bawaan pabrik.

Namun, seiring berjalannya waktu, tentu sistem driver baterai akan melakukan update. Efeknya, baterai laptop membutuhkan update sistem untuk kebutuhan suplai daya sesuai kebutuhan.

Untuk itu, Anda perlu melakukan update driver baterai laptop guna mengatasi hal ini.

7. Kerusakan Fisik pada Baterai

Kerusakan fisik pada baterai seperti goresan atau benturan keras juga menjadi salah satu dari sekian banyak penyebab baterai mudah habis dan bocor.

Karena, benturan keras pada baterai akan merusak sel-sel baterai dan menyebabkan kebocoran daya baterai sehingga seringkali daya cepat habis. Parahnya, baterai tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya.

8. Sering Overheat

Suhu laptop juga berpengaruh pada kondisi baterai. Semakin suhu dalam laptop sering naik (panas) maka potensi baterai bocor juga kian besar.

Kondisi tersebut penyebabnya tak lain karena suhu laptop yang panas bisa merusak sel-sel baterai laptop yang mana akan membuatnya sering drop dan ujung-ujungnya baterai laptop mengalami kebocoran.

Untuk mengatasinya, Anda perlu melakakunan beberapa tindakan pencegahan guna mengurangi potensi suhu panas. Seperti menggunakan cooling pad eksternal atau meminimalisir pembukaan program laptop dalam satu waktu.

Perawatan Baterai Laptop agar Tidak Bocor

Sebenarnya, jika kondisi baterai sudah terlanjur drop atau bocor, tidak banyak solusi yang bisa Anda lakukan. Karena, jika sudah terlanjur bocor maka Anda harus mengganti baterai laptop. Namun, Anda bisa meminimalisir dengan tindakan pencegahan, seperti :

ciri baterai laptop bocor

1. Menjaga Suhu agar Tetap Ideal

Suhu baterai yang ideal jelas akan membuat kinerja baterai laptop dalam menyuplai daya lebih stabil. Ini akan mencegah terjadinya baterai drop.

Bahkan, jika ciri baterai laptop bocor sudah mulai muncul, Anda tetap bisa melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga suhu sejuk dalam laptop agar tidak timbul kerusakan lebih parah.

Mengingat, kondisi baterai laptop yang mulai menunjukkan penurunan daya masih bisa diatasi jika Anda segera melakukan tindakan pencegahan.

2. Lepas Charger ketika Baterai Sudah Full

Baterai laptop rusak mengakibatkan berbagai kerusakan. Bahkan, termasuk alat chargernya pun bisa mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, Anda bisa mencegahnya dengan melepas charger saat kondisi daya baterai sudah full/penuh. Tindakan ini cukup efektif sebagai langkah dalam merawat baterai laptop agar tidak mudah bocor.

3. Gunakan Charger Original dan Kompatibel

Ternyata, rusaknya baterai laptop juga bisa disebabkan karena penggunaan alat charger yang tidak sesuai atau kompatibel.

Maka dari itu, guna menghindari resiko baterai laptop bocor atau drop, sebaiknya selalu gunakan charger original yang sesuai dengan tipe baterai.

cara mengatasi baterai laptop bocor

Setelah memahami berbagai penyebab baterai laptop bocor atau drop, Anda pastinya sudah mengetahui apa tindakan untuk mengatasi atau mencegah masalah tersebut.

Hanya saja, satu aspek pentingnya, jika memang kondisi baterai sudah terlanjur ngedrop atau bocor, solusi terbaiknya adalah mengganti baterai laptop. Tentu, dengan tipe baterai yang kompatibel dan original yang bisa Anda dapatkan di toko servis laptop terpercaya.

Leave a Comment